Cegah Jual Beli Ijazah, Wajibkan Sistem Online!

MEDAN, KOMPAS.com - Perguruan tinggi swasta (PTS) diwajibkan membuat sistem jaringan onlineuntuk pelaporan akademik baik status mahasiswa, dosen, maupun program studi yang dimiliki perguruan tersebut. Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-NAD Nawawiy Lubis mengatakan, hal ini untuk memudahkan pengawasan oleh Kopertis.
"Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan akademik seperti adanya praktik jual beli ijazah ataupun prodi yang izinnya sudah kadaluarsa. Semua PTS sudah kita mintakan agar membuatnya. Dengan sistem jaringan online semua bisa diketahui," kata Nawawiy, Kamis (3/11/2011), di Medan.
Nawawiy mengungkapkan hal tersebut terkait isu praktik jual beli ijazah yang dilakukan oleh PTS dengan menggunakan calo dosen yang mengajar di perguruan tinggi itu sendiri.
Menurut dia, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap isu tersebut Masyarakat juga diminta untuk melaporkan ke Kopertis jika mengetahui ataupun memiliki data PTS mana yang telah melakukan praktik tersebut.
"Kita berharap masyarakat yang memiliki data mengenai adanya praktik jual beli ijazah itu agar melaporkan ke kita. Sebab kita tidak bisa melakukan cek langsung satu persatu ke lapangan, karena kita terbatas untuk itu. Apalagi perguruan tinggi memiliki otonomisasi dan liberasasi pengelolaan sendiri," katanya.
Nawawiy mengungkapkan, PTS juga diminta untuk melaporkan evaluasi program studi berbasis evaluasi diri (EPSBED) secara rutin,. Melalui EPSBED, bisa mendeteksi penyimpangan akademik yang dilakukan PTS.
"Dari EPSBED bisa diketahui kemajuan atau kemunduran PTS dan penyimpangan yang dilakukannya. Ada beberapa yang sudah kita peringatkan, kalau juga tidak melaporkan rutin EPSBED nya secara rutin kita mencabut izinnya," ujarnya.
Laporan EPSBED itu, lanjut dia, memudahkan Kopertis dalam melihat kondisi akademik di masing masing PTS. Jika menyimpang atau tidak berkembang, maka akan dilakukan pembinaan.
Sebab, sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No. 004/U/2000, tentang Akreditasi Program Studi, Kopertis berwenang membuat dan memperpanjang izin prodi di PTS.
"Sekali lagi kami ingatkan kepada pengelola PTS agar mematuhi peraturan yang berlaku dan jangan melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama baik perguruan tinggi itu sendiri," katanya.

24 Universitas Ikuti "EduFest" Sekolah Global Mandiri


Maswins News! - Sekolah Global Mandiri menggelar pameran pendidikan atau EduFest untuk kedua kalinya pada 15 Oktober 2011 lalu. Acara yang berlangsung di Function Hall Gedung 3 ini berlangsung sukses. EduFest bertujuan memberikan gambaran dan informasi berbagai universitas kepada para murid dari dalam maupun luar Sekolah Global Mandiri.

Hal-hal yang bisa didapatkan pengunjung diantaranya meliputi jurusan, fasilitas, beasiswa, dan keunggulan universitas-universitas tersebut. Ada 24 universitas yang turut berpartisipasi, yaitu Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Gajah Mada, Unika Atmajaya, Universitas Tarumanegara, President University, Lassage College, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Bunda Mulia, Bina Nusantara International University, Institusi  Education USA – AMINEF, Unisadhuguna International College, Universitas pelita Harapan, Universitas Bakrie, SUN Education Group, School of Future of English, Universitas Pancasila, Atlas Education Service, Universitas Paramadina, EF Education, Monash College and Westren Michigan University, Ilink – University Placement service, dan Universitas Parahyangan.

Tak hanya menampilkan berbagai profil universitas, diadakan pula tes IELTS. Para pengunjung juga dihibur dengan berbagai hiburan.

“Menurut kami acara ini sangat bagus. Tidak sia-sia kami datang ke acara ini. Kami banyak mendapatkan informasi baru tentang berbagai universitas dan juga kami bisa mendapatkan sertifikat IELTS,” ujar Viena, salah satu rombongan SMA 1 Cileungsi.
(Sumber : Kompas.Com)

Wisuda 337 Lulusan IBI Darmajaya

BANDARLAMPUNG – Informatics & Business Institute (IBI) Darmajaya hari ini (19/10) mewisuda 337 lulusannya. Masing-masing dari fakultas ilmu komputer, bisnis dan ekonomi, serta program pascasarjana.

Ke-337 lulusan tersebut, kata Humas IBI Darmajaya Niken, 62 orang di antaranya lulusan ahli madya (D-3), 267 sarjana (S-1), dan 8 magister (S-2). Rinciannya, untuk fakultas ilmu komputer, dari jurusan teknik informatika (S-1) 45 orang, sistem komputer (S-1) 6 orang, sistem informasi (S-1) 103 orang, teknik komputer (D-3) 2 orang, serta manajemen informatika (D-3) 50 orang.
Kemudian fakultas bisnis dan ekonomi, dari jurusan manajemen (S-1) 72 orang,  akuntansi (S-1) 42 orang, dan akuntansi (D-3) 10 orang. Sedangkan Program Pascasarjana, dari magister teknologi informasi tiga orang dan magister manajemen 5 orang.
Masing-masing lulusan terbaik sarjananya, imbuh Niken, dari program studi teknik informatika diraih Martin dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,36, sistem komputer Nurhidayat Gandana (IPK 3,11), sistem informasi Hermanto (IPK 3,71), manajemen Bontor Vernanta M.S. (IPK 3,44), dan akuntansi Patricia Widyastuti (IPK 3,83).
Sedangkan lulusan terbaik diploma, teknik komputer Zuliyono (IPK 3,37), manajemen informatika Ria Puspita Sari (IPK 3,65), dan akuntansi Ariansyah (IPK 3,77). Sementara lulusan terbaik program pascasarjana, magister teknologi informasi Dodi Yudo Setyawan (IPK 3,56) dan magister manajemen Ita Fionita (IPK 3,79).
Para wisudawan tersebut, menurutnya, akan mengikuti prosesi Rapat Senat Luar Biasa dan Terbuka di halaman kampus setempat. Agendanya, wisuda mahasiswa IBI Darmajaya tingkat magister, sarjana, dan ahli madya ke-XIII periode genap tahun 2010/2011.
’’Selain wisudawan berikut orang tuanya masing-masing, akan hadir dalam acara ini anggota senat IBI Darmajaya, Yayasan Pendidikan Alfian Husin, serta dosen dan karyawan setempat. Kemudian Wali Kota Bandarlampung Drs. Hi. Herman H.N., Kopertis Wilayah II Prof. Dyah Natalisa, M.B.A., dan tamu undangan lainnya,’’ terang Niken kepada Radar Lampung kemarin (18/10).
Sumber : Radar Lampung

Barca Lolos ke Final

Barca ke Final. Laga El Clasico jilid V yakni babak leg kedua semi final Liga Champions Eropa antara Barcelona kontra Real Madrid berlangsung sengit. Meski bermain di Nou Camp, Real Madrid tampak tidak gentar meladeni permainan Barca. Apalagi, El Real tertinggal agregat 0-2.



Barca mencoba menghambat tempo. Namun, anak-anak asuh pelatih Jose Mourinho terus menempel ketat. Alhasil, serangan yang dibangun Xavi cs masih dapat dibendung. Meski demikian, justru Barcelona yang mendapat peluang pertama. Lewat sepak pojok pada menit ke-21, gelandang jangkar Sergio Busquets berhasil menyundul bola. Beruntung, kiper Los Blancos Iker Casillas sigap.

Memasuki pertengahan babak pertama, anak-anak asuh pelatih Pep Guardiola  keluar menyerang. Xavi cs mulai menguasi jalannya bola. Terbukti, pada menit ke-31, Lionel Messi nyaris mengoyak jala Madrid. Namun, Cassilas masih tangguh di bawah mistar.

Gelombang serangan Barcelona tak berhenti sampai disitu. Tak sampai 10 menit, Cassilas sudah empat kali jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari sepakan Messi, David Villa, dan Pedro. Di babak pertama ini, Cassilas menjadi pahlawan Madrid. Jeda pertandingan skor 0-0.

Di babak kedua, Barcelona bermain lebih bertahan. Itu berhasil dimanfaatkan Real Madrid untuk meningkatkan serangan. Upaya itu pun nyaris berhasil jika gol Gonzalo Higuain pada menit ke-46 tidak dianulir wasit.

Meski demikian, Barcelona tetap tenang membangun serangan. Memanfaatkan serangan balik, Andres Iniesta berhasil memberikan umpan tarik kepada Pedro Rodriguez. Winger tim nasional Spanyol itu berhasil mengoyak jala Casillas pada menit ke-53. Skor 1-0 untuk Barcelona. Madrid tertinggal agregat 0-3.

Gol Pedro hanya bertahan 10 menit. Marcelo membalas gol tersebut pada menit ke 63. Memanfaatkan sepakan Angel Di Maria yang mengenai mistar gawang, Marcelo dengan dingin membobol gawang Victor Valdez. Skor 1-1. Madrid masih tertinggal 1-3.

Gol ini mengangkat moral anak-anak asuh pelatih Jose Mourinho. Los Blancos terus menyerang seakan tak mau menyerah meski masih tertinggal. Di sisi lain, Barcelona terlihat bermain lebih bertahan ketimbang babak pertama.

Memasuki penghujung pertandingan, tempo pertandingan meningkat. Bahkan, beberapa pemain Madrid bertindak kasar. Wasit pun tak segan-segan memberikan kartu kuning kepada Marcelo, Lass Diarra dan Adebayor. Madrid terus mengejar defisit gol. Namun, hingga wasit meniupkan peluit panjang, skor tetap imbang 1-1. Dengan agregat 3-1, Barcelona melaju ke babak final. `Bye-bye` Madrid. (ARD)

sumber : http://www.metrotvnews.com/

Kebusukan di Senayan

KENEKATAN DPR melanjutkan pembangunan gedung baru kian membuat publik geram. Saking geramnya, mereka berbondong-bondong melakukan gugatan ke pengadilan.

Pihak yang digugat terutama Ketua DPR Marzuki Alie dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya dianggap paling bertanggung jawab atas kelanjutan proses pembangunan gedung baru DPR meski arus penolakan publik begitu kuat.



DPR, sejak reformasi 1998, memang tidak lagi sebagai lembaga onderbouw eksekutif seperti di zaman Orde Baru. DPR telah berubah menjadi pusat kekuasaan yang bahkan melebihi kekuasaan eksekutif dan yudikatif.

Dengan kekuasaannya itu, DPR sekarang seenaknya melahirkan segala kenikmatan dan kemewahan. Rencana pembangunan gedung baru di Senayan yang menelan biaya Rp1,1 triliun itu hanyalah sebagian contoh bagaimana mereka yang mengaku sebagai wakil rakyat itu begitu mudah menghambur-hamburkan uang rakyat, sekaligus juga contoh bagaimana mereka lebih mengutamakan kemewahan ketimbang memperhatikan kesengsaraan rakyat.

Di gedung baru DPR itu, setiap anggota DPR plus enam stafnya nanti akan menghuni ruang seluas sekitar 120 meter persegi seharga lebih dari Rp800 juta. Itu setara dengan harga apartemen mewah di Jakarta.

Gedung baru DPR itu juga lebih wah daripada gedung lembaga negara yang mana pun karena akan dilengkapi fasilitas mewah seperti kolam renang, fitness centre, spa, pijat refleksi, pertokoan, koperasi, apotek, dan fasilitas lain. Ia memang lebih mirip kompleks hunian mewah ketimbang kantor legislatif.

Padahal, anggota DPR telah memperoleh berbagai kenikmatan. Mulai dari renovasi rumah dinas, gaji, uang sidang, pelesiran, dan berbagai bentuk kenikmatan lain.

Lantas mengapa pemerintah seakan tidak berdaya menyetop nafsu DPR membangun gedung baru itu? Jawabannya sederhana. Setiap pengesahan RAPBN atau RAPBN perubahan selalu sarat dengan patgulipat.

Publik tentu belum melupakan ketika DPR mengesahkan RAPBN Perubahan 2010 kendati anggaran yang disodorkan pemerintah tanpa disertai rincian program. Sebab, dalam RAPBN Perubahan 2010 terdapat anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk sebelas komisi di DPR, yang juga tanpa rincian program.

Pembangunan gedung baru DPR itu jelas menambah dahsyat kebusukan wakil rakyat. Celakanya, yang dinilai busuk itu tetap merasa diri terhormat dan bahkan semakin gila hormat. Amit-amit....

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes